Di hari-hari pertama si arka hadir di dunia, aku baru merasakan apa itu baby blues,, rasanya kaya ABG lagi Galau *haha apalagi si papa cuma di rumah cuma sampai si arka umur 2hari, setelah itu balik ke Tarakan-Kaltara karna memang cutinya sudah habis.
Jadilah aku mengurus si arka di bantu oleh orangtua, betapa sakiiiiiitnya waktu awal-awal menyusui si arka, ibuku bilang itu wajar & semua pasti merasakan hal tsb, belum lagi si arka yang selalu tersedak karena ASI yang terlalu deras *awalnya ASIku tidak deras, terus di suruh tetangga untuk minum minuman berkarbonasi sedikit untuk merangsang ASI, dan memang terbukti manjur. Bisa di bilang ASIku sampai lebih-lebih.
Dengan rasa cemas aku nenenin si arka, sering-sering ku lepas putingku supaya mencegah si arka tersedak.
Untuk ibu-ibu yang mengalami hal yg serupa dg saya, saya sarankan untuk tetap menyusui debay yah, jangan karna alasan takut twrsedak akhirnya tidak memberikan ASI untuk buah hati kita, karna yang di butuhkan debay bukan hanya ASI, tapi juga kehangatan saat di susui. Selain itu, debay yg ga di biasakan nete', akan membuatnya *bingung puting.
Saat malam hari adalah dimana produksi ASI lagi bagus-bagusnya, jadi usahakan juga untuk menyusui debaynya saat malam hari, jangan memberikan sufor/ASI dalam dot, karena kebiasaan tsb akan menghentikan produksi ASI kita.
Kalau dulu si arka sempet juga nyicipin Sufor karna waktu si arka umur 1minggu, aku sakit tipes, karena takut si arka tertular, apalagi waktu itu badanku panas tinggi takut ASInya pun jadi kelewat panas & ga enak untuk di konsumsi, akhirnya aku kasih si arka sufor. Alhamdulillah cuma 5hari aku sakit dg rasa cemas hari ke6 aku mulai menyusui si arka lagi, aku takut ASIku tidak keluar karena 5hari aku tidak menyusui, tapi Alhamdulillah ASI tetap deras seperti hari ke2 kelahiran arka..
Senin, 19 Oktober 2015
Proses Persalinanku
20:00 saat asyik nonton Jodha Akbar serial yang lagi booming banget di keluargaku tiba-tiba aku merasakan sakit yang sebelumnya belum pernah ku rasakan selama hamil si akra, feeling sudah mengatakan 'inilah waktunya'.. aku minta ambilkan kertas/buku lengkap dg bolpen. Si papa mulai 'kepo' rempong tanya kenapa mah kenapa mah sudah heboh ngajakin ke bidan, tapi aku ga pengen grusah grusuh, aq catat stiap kali kontraksi, semakin lama intensitasnya semakin bertambah sering dan heboh, selesai mencatat, masih dengan rasa sakit kontraksi aku paksakan untuk jalan. Bukan karna apa-apa sih cuma ingin aja nurut kata mbah-mbah dan ibuku yang bilang suruh banyak jalan-jalan pas kontraksi terjadi.
22:00 aku mulai gelisah dengan kontraksi yang mulai 'menggila' aku bilang ke papa, aku pengen ke bidan. Piuuuh betapa hebohnya orang serumah, ada bapak, ibu n si papa.(ohh ya, untuk bunsay yg sekarang lagi hamil 9bulan, ada baiknya kalo sudah prepare perlengkapan persalinan lengkap, mempermudah nanti kalo sewaktu-waktu berngkat ke bidan/RS.
Sesampainya di bidan di cek ternyata sudah bukaan 2, padahal terakhir periksa, si arka masih 'nyangklong' dia atas, belum mau turun,, ah sudahlah yang penting sekarang usaha gimana caranya lahir normal, sehat selamat semuanya.
00:30 aq masih aja terus berjalan muterin rumah bu bidan yang emg lumayan luas, berharap cepat menambah bukaan, tiba-tiba ad yang mengetuk pintu, rupanya ada pasien juga yang mau lahiran, masuk ruang periksa ternyata sudah bukaan penuh, pas baru masuk ruang bersalin ga ada 30menit terdengar suara tangis bayi, wah aku merasa terpacu aku jalan terus dengan menahan rasa sakit, terlihat wajah suami & ibuku yang terlihat ga tega dengan keadaanku yang sebenernya lagi ngatuk berat tapi tetap ku paksakan untuk tetap berjalan.
02:00 setelah membantu proses persalinan tetangga sebelah, sebelum kembali ke kamarnya bu bid memintaku untuk maduk ke ruang periksa, dan ternyata aku sudah pembukaan 4, dan dia bilang nnti di periksa lagi jam 06:00
Aku sudah ga tahan lagi, mataku ngantuk berat, aku di paksa ibuku buat tidur sejenak, tapi pas lagi bebaring tiba-tiba asisten bu bid masuk kamar & bilang, kalau ibu tidur terus pembukaan selanjutnya akan lama. Bete juga sebenernya di bilang 'tidur terus' tapi aku tau sih maksud dia baik, aku cari cara lain, aku coba browsing & aku nemu cara menambah bukaan dengan tidur. Yaitu dengan posisi tidur hadap kiri, nah aq poll-kan itu tidur hadap kiri tanpa skali tengok kanan, sampe sempat terlalap sekejap-sekejap karna si arka kayanya sudah ga betah di dalam,
03:15 aku mulai merasakan sakit yang luar biasa, rasanya jga kaya mau BAB yang ga bisa ditahan lagi, ibuku ku suruh panggilkan ass.bid tapi assistenya bilang kalo bisa di tahan dulu, akhirnya aku suruh ibuku balik untuk panggil assistenya karna ini sudah ga bisa di tahan,
03:00 bukaan penuh -10 tapi posisi si arka masih di atas banget, aku sudah di pasangkan perlak,dkk aku di suruh mengejan dg posisi miring kiri, supaya si arka mau turun
04:35 bu bid muali membantuku, tapi dalam dekapan si papa aku malah ga bisa mengejan *ga tau tekniknya kali yaa :D sempet bu bidan juga kaya marah, takut, & putus asa. Melihat gestur & raut wajah bu bidan akhirnya ibuku yang mengambil alih posisi si papa, dia memelukku erat & bilang "ayoo nduk, kamu pasti bisa, bismilahirahmanirahim" dg 3x tarikan nafas alhamdulillah tepat pukul 04:57 lahirlah putra kami M Rayyan Althaf Arkaprasetya dengan panjang 49cm & BB 3,4cm
Banyak yang bilang proses persalinanku tergolong cepat karna dari awal kontraksi-lahir cuma 8jam
Buat para mommies yang lagi menunggu debaynya lahir, perbanyaklah jalan-jalan,, apalagi waktu kontraksi tiba, jangan sia-siakan kontraksi karena pada saat kontraksi itulah momen tepat untuk menambah bukaan. Tapi harus dingat juga, jangan terlalu banyak membuang tenaga, sisakan untuk nanti proses mengejan...
My Baby Boy -Arka-
Selamat pagi semua, sekarang aku mau sedikit nge-share pengalamanku waktu hamil si arka & proses persalinanku..
Bisa di bilang proses hamilku ini ga terlalu 'ribet' karna selama hamil aku ga pernah merasakan muntah, nyidam / apapun lah.. semua berjalan biasa aja..
Sampe di usia kandungan 8bulan, ada rasa sedikit khawatir karna posisi si arka masih 'obligh' posisinya sedikitmiring dari posisi yang seharusnya sudah mapan. Tapi rasa khawatirku itu coba aku singkarkan, karena aku ga mau kebawa stres, bisa-bisa malah ga mau beputar ke posisi yang pas. Aq mencoba tetap positif-thinking, karena masih 8bulan juga, masih banyak waktu pikirku.Memasuki usia ke 9bulan, si arka ni bandel juga anaknya, dia keukeuh tetap pada posisi oblighnya. Ga tau kebawa nyaman / emang panggulku yang sempit jadi dia 'malas' untuk turun ke jalan lahir. Disitu aku mulai sedikit panik, mencoba tanya sana tanya sini, browsing sana browsing siniSegala daya & upaya aku lakukan, mulai dari ngepel jongkok, posisi jongkok berdiri seperti skot-jam *sorry kalau salah tulis, sujud di lama-kan sampai posisi goyang itik ala penyanyi dangdut yang terkenal dengan goyang itiknya itu. Jalan pagi pun setiap hari sudahaku lakukan, malahan frekuensinya aku tambah jadi jalan pagi-sore. Tapi sampai ke minggu 38 si arka masih obligh.
Memasuki minggu ke 39, saat aku periksa ke SpoG, dia bilang posisi si arka sudah bagus, yeeey, tapiii posisi dia masih di atas, harusnya dalam minggu-minggu sudah ada di posisi yangpas. Si dokter pun kasih surat rujukan untuk SC, dalam perjalanan pulang aku kabari suamiku *ohh iya selama hamil tua ini aku pulang ke rumah orang tuaku di malang, sedang suami dinas di tarakan-kaltara, aq ceritakan semua yang dokter tadi bilang. Suamiku sih bilang terserah aku aja mau SC atau tetap menunggu si arka untuk bisa diajak 'berdamai' untuk mau lahir secara normalMalam hari aku putuskan untuk pergi ke praktek Bidan, aku ingin dapat masukan lain dari pakar yang berbeda. Dan memang benar, dari bu bidan tsb aku mendapatkan sedikit harapan, dia bilang posisi si arka sudah bagus n sudah sedikit turun, tapi masih sangat perlu melakukan jalan-jalan lagi supaya bertambah turunDari situ aku tambah lagi intensitas jalan-jalan pagiku jadi jalan-jalan sewaktu-waktu, pagi, siang, sore bahkan malam.Masuk usia 40W aq kembali lagi ke Bu bidan & aku di kasih surat rujukan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke SpoG yang ada di RS PURI BUNDA MALANG, Si dr.nya bilang kalau samapi saat ini semua masih bagus, ketuban &plasenta masih baik. Aku di kasih tempo lagi 1 minggu kalau belum ad tanda-tanda mau lahir terpaksa SC.Pulang dari RSIA tsb aku bujuk si arka supaya cepet lahir karna cuti si papa yang sudah mau habis..
Dan betapa mujarabnya bujukan itu, besoknya hari Jumat tanggal 06-02-2015pukul 04:57 lahirlah Putrapertama kami, M Rayyan Althaf Arkaprasetya dg panjang 49cm & BB 3,4Kg.. Subhanallah
Langganan:
Komentar (Atom)